Senin, 19 September 2016

Geologi Dan Bumi

Pengertian Geologi!!!


Secara tidak disadari pengetahuan Geologi sudah diterapkan dari sejak zaman prasejarah. Kata 'geologi' pertama kali dipergunakan pada tahun 1473 oleh Ricardh de Bury untuk hukum atau ilmu kebumian.
Kata Geologi berasal dari kata Yunani,geos berarti bumi dan logos yang berarti ilmu. Jadi Geologi adalah Ilmu yang mempelajari material bumi secara menyeluruh, termasuk asal mula, struktur, penyusun kerak bumi, proses - proses yang berlangsung selama dan atau setelah pembentukannya, dan yang sedang berlangsung, hingga menja

 Material Penyusun Bumi

Bumi merupakan planet ketiga dalam sistem tata surya dan merupakan satu-satunya planet yang ditempati oleh makhluk hidup. Bumi terbentuk sekitar 4.600 juta tahun yang lalu, berwujud massa batuan yang pijar dan cair. Setelah berjuta-juta tahun lamanya massa batuan itu mendingin sehingga lapisan permukaan menjadi padat dan membentuk lapisan kerak bumi yang retak-retak akibat proses pendinginan. Batuan yang meleleh dari dalam ada yang keluar melalui retakan-retakan kerak bumi dan membeku depermukaan bumi.
Gas yang terbentuk waktu proses pendinginan sebagian menjadi uap. Gas-gas pada permukaan akhirnya menjadi lapisan atmosfer. Gaya grafitasi bumi mencegah gas tersebut tidak keluar dari permukaan bumi.
Sekitar 1.000 juta tahun yang lalu, permukaan bumi berupa satu daratan yang sangat luas dan dikelilingi oleh samudra. Daratan tersebut kemudian terpecah menjadi beberapa daratan akibat adanya pergeseran lempeng peermukaan bumi.
Beumi terdiri dari 3 bagian yang berbeda yaitu, kerak bumi, mantel, inti luar dan inti dalam. Selain itu secara fisik, bumi juga bisa dibagi menjadi lapisan litosfer dan astenosfer.
Lapisan litosfer merupakan lapisan teratas yang meliputi kerak bumi dan bagian atas dari mantel bumi. Litosfer merupakan bagian padat, solid tetapi mudah patah. Litosfer bergerak terapung diatas lapisan astenosfer.
Astenosfer merupakan lapisan cair yang meliputi mantel bawah dan inti luar bumi. Lapisan ini “lemah” dengan temperatur yang sangat tinggi. Di lapisan ini terjadi arus konveksi yang menggerakkan lempeng-lempeng permukaan bumi.
Struktur Penyusun Bumi
Secara umum bumi terdiri dari beberapa bagian lapisan yang berbeda, yaitu:
1.Kerak
Kerak bemi terdiri dari lempeng benua dan lempeng samudra.
-Lempeng benua berupa lapisan tipis tersusun dari batuan granitik dan merupakan lapisan pembentuk benua.
-Lempeng samudra berupa lapisan tipis tersusun dari batuan basaltik dan merupakan lapisan pembentuk dasar samudra.
2.Mantel
Merupakan lapisan yang berbeda di bawah kerak bumi dengan kedalaman kira-kira (40-2891) km, mempunyai temperatur sangat tinggi sampai 3.8000C.
3.Inti Bumi
Merupakan lapisan paling dalam penyusun kerak bumi, lapisan ini dibagi menjadi lapisan inti luar dengan kedalaman (2891-5150) km dan lapisan inti dalam kedalaman (5150-6370 km). Terperaturnya mencapai 4.3000C.
Batuan
Kerak bumi adalah bagian luar litosfer yang terbentuk dari berbagai jenis batuan. Menurut proses terbentuknya, batuan dibedakan menjadi 3, yaitu:
1.Batuan beku
2.Batuan sedimen
3.Batuan metamorf
Batuan beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk karena proses pembekuan magma bumi. Berdasarkan letak pembekuannya, batuan beku dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1.Batuan beku dalam (intrusif) adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembekuan magma yang tidak berhasil keluar atau ekspos ke permukaan bumi. Proses pembekuan lama, sehingga menghasilkan susunan kristal pembentuknya berukuran besar atau sempurna. Contoh : granit, diorit, gabro
2.Batuan beku luar (ekstrusif) adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembekuan magma di permukaan bumi. Proses pembekuannya berlangsung cepat sehingga menghasilkan susunan kristalnya halus. Contoh : obsidian, basalt, andesit, rhyolit
3.Batuan beku piroklastik adalah batuan dari material hasil erupsi gunung api. Contoh: abu vulkanik, pumis
Batuan sedimen
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut dari hasil proses mekanik dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya, cangkang binatang, sisa tumbuhan.
Berdasarkan asal pembentukannya, klasifikasi batuan sedimen terbagi menjadi 3, yaitu:
1.Batuan sedimen klastik, yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari pecahan batuan dan mineral hasil pelapukan atau erosi (transportaasi). Contoh: breksi, konglomerat, batu pasir, lanau, lempung, serpih, napal
2.Batuan sedimen kimiawi, yaitu batuan sedimen yang terbentuk karena proses pelarutan mineral oleh media air, kemudian mengalami proses kristalisasi. Contoh: batu gamping, batu gipsum, halit
3.Batuan sedimen oorganik, yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari sisa-sisa binatang atau tumbuhan yang mati. Contoh: batubara, batu gamping
Batuan metamorf
Batuan metamorf adalah batuan ubahan dari batuan yang telah ada sebelumnya, pada keadaan padat, akibat pengaruh suhu (T), tekanan (P) atau keduanya dan larutan yang aktif secara kimiawi. Proses ini disebut metamorfisme. Contoh: slate (batu sabak), sekis, fillit, marmer.
Siklus batuan
batuan mengalami siklus walaupun prosesnya sangat lama, bermula dari magma, kemudian mengalami kristalisasi dan konsolidasi menjadi batuan beku instrusif dan ekstrusif, kemudian mengalami proses pelapukan, transportasi, deposisi dan litifikasi menjadi batuan sedimen.
Betuan sedimen dan beku mengalami proses metamorfisme kemudian menjadi batuan metamorf. Batuan beku, sedimen dan metamorf mengalami proses pelelehan, kembali menjadi batuan beku
   

      
      SKALA WAKTU GEOLOGI
Skala waktu geologidigunakan oleh para ahligeologi dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah Bumi.


Gambar 6. Geologic Time Scale (The Geological Society of America)

      BUMI

Awal Tata Surya

Tata surya adalah sekumpulan benda – benda langit yang berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari yang merupakan pusat tata surya.  Tata surya merupakan anggota dari suatu galaksi. Tata surya kita adalah anggota dari galaksi Bima Sakti. Tata surya kita terletak di pinggir galaksi bima sakti. Jarak antara tata surya kita dengan pusat galaksi Bima Sakti adalah sekitar 2,6 x 1017 km atau setara dengan perjalanan 28. 000 tahun cahaya.
Asal – Usul Tata Surya
Banyak ilmuwan yang telah mempelajari tentang tata surya dan semua hal di dalamnya. Hal itu termasuk bagaimana tata surya kita ini terbentuk. Ada beberapa teori mengenai pembentukan tata surya. Diantaranya adalah: Teori Big Bang, Nebula, Planetisimal, Kondensasi, dan Bintang kembar.
a. Teori Nebula
Teori nebula adalah teori pertama mengenai pembentukan tata surya. Teori ini dekemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775, dan disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Menurut mereka, tata surya pada awalnya adalah kabut raksasa yang terbentuk dari debu, es. Dan gas. Kabut itulah yang disebut nebula. Karena gravitasi dari kabut tersebut, maka kabut itu berputar dengan arah tertentu. Akibat putaran itu, suhu yang dimiliki kabut itu memanas, dan akhirnya memadat menjadi matahari raksasa.
Matahari raksasa itu juga berputar dan perputarannya semakin cepat. Hal itu mengalkibatkan banyak dari maeteri – meteri penyusunya (gas, batuan, dsb) terlontar, dan matahari pun semakin menyusut. Gas hasil lontaran matahari tadi terpengaruh gaya gravitasi matahari yang besar sehingga gas – gas trsebut memadat dan mengalami pendinginan sehingga berubah menjadi planet, dan benda angkasa lainnya.
b. Teori Big Bang
Big Bang adalah istilah untuk menggambarkan suatu ledakkan yang sangat besar. Beberapa ilmuan percaya bahwa tata surya kita ini dulunya merupakan suatu bintang yang ukurannya sangat besar. Dalam kurun waktu beberapa juta tahun, umur bintang tersebut habis dan meledak.
Ledakkan yang ditimbulkan sangatlah dahsyat karena ukuran dan energi yang dimiliki bintang tersebut. Ledakannya setara dengan 5 x 1025kali kekuatan bom nuklir sebesar 1 ton. Partikel – partikel yang terlontar akibat ledakkan tersebut menyatu dan memadat akibat gaya gravitasi dan energi dari ledakkan tersebut. Dan jadilah benda – benda langit seperti yang kita ketahui sekarang.
c. Teori Planetisimal
Teori planetisimal adalah teori yang dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton. Teori ini mengatakan bahwa tata surya terbentuk akibat tabrakan antara bintang dengan matahari.
d. Teori Bintang Kembar
Teorio ini dikemukakan oleh Fred Hoyle pada 1956. Menurut teori ini, tata surya merupakan pecahan dari dua buah bintang yang ukurannya sama (kembar). Biuntang yang satu meledak sementara bintang yang satunya lagi tidak. Hasil ledakan dari bintang yan gmeledak terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak sehingga pecahannya selalu bergerak mengelilingi bintang yang tidak meledak. Pecahan dari bintang yang meeledak merupakan anggota dari tata surya yang kita ketahui, sedangkan bintang yang tidak meledak merupakan matahari yang menjadi pusat perputaran benda – benda di sekelilingnya.
Dari beberapa teori diatas, teori yang dianggap paling kuat adalah teori Nebula dan teori Big bang.
Selain teori mengenai terbentuknya tata surya, ada juga teori yang mempelajari apakah pusat tata surya sebenarnya. Apakah Bumi, atau matahari? Pada sekitar tahun 140 M, Claudius Ptolemaeus mengemukakan suatu teori yang mengatakan bahwa Bumi merupakan pusat tata surya, dan benda – benda langit lain mengelilinginya. Teori tersebut diberi nama teori Geosentris. Geo artinya bumi, dan sentris artinya pusat.
Namun, setelah ditemukannya teleskop oleh Galileo Galilei, maka kekuatan teori Geosentrispun mulai deragukan. AdalahNicolaus Copernicus, orang yang berhasil menemukan kesalahan pada teori Geosentris. Copernicus dalam bukunya, De Revolutionibus Orbium Coelestium mengemukakan teoriheliosentris (helio = matahari, dan sentris =pusat) yang mengatakan bahwa sebenarnya yang menjadi pusat tata surya adalah matahari. Benda – benda langit lainnya termasuk bumi berputar mengelilingi matahari. Sampai saat ini, itulah teori yang dianggap dan diakui oleh seluruh masyarakat.



Evolusi Bumi Modern

Saintis setuju bahwa Bumi dibentuk oleh akresi partikel-partikel kecil. Saintis juga setuju bahwa Bumi modern berlapis-lapis. Pusat Bumi tebal dan inti yang panas tersusun atas besi dan nikel. Mantel yang tipis tersusun terutama oleh batuan padat mengelilingi inti dan merupakan 80% dari volume Bumi. Kerak adalah lapisan tipis di permukaan juga tersusun atas batuan.



PERUBAHAN GEOLOGI DAN LINGKUNGAN

Lingkungan permukaan bumi berubah frekuentif dan dramatis dalam sejarah yang panjang. Komposisi amosfer dan iklim berubah. Glacier menutupi bagian benua yang luas lalu mencair dan meningkalkan tanah yang tertutup oleh rawa tropis atau gurun yang sangat panas. Erupsi gunungapi dan serang meteorit terjadi. 
Penilaian resiko adalah penilaian bencana geologi dan imbasnya pada manusia serta implementasi kebijakannya berdasarkan analisis. Analisis biaya adalah membandingkan biaya dari pemecahan masalah dengan keuntungan moneter dari solusi.

 Reference :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya 
https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Bumi
http://romyabdulhanif.blogspot.co.id/2012/03/struktur-penyusun-bumi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar