Senin, 19 September 2016

TEKTONIK LEMPENG

Teori tektonik Lempeng (bahasa InggrisPlate Tectonics) adalah teoridalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Pergeseran Benuayang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsepseafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
   Bagian terluar dari interior bumi terbentuk dari dua lapisan. Di bagian atas terdapat litosfer yang terdiri ataskerak dan bagian teratas mantel bumiyang kaku dan padat. Di bawah lapisan litosfer terdapat astenosferyang berbentuk padat tetapi bisa mengalir seperti cairan dengan sangat lambat dan dalam skala waktu geologis yang sangat lama karenaviskositas dan kekuatan geser (shear strength) yang rendah. Lebih dalam lagi, bagian mantel di bawah astenosfer sifatnya menjadi lebih kaku lagi. Penyebabnya bukanlah suhu yang lebih dingin, melainkan tekanan yang tinggi.
   Lapisan litosfer dibagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi, terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng litosfer ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik divergen(menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun transform (menyamping).Gempa bumiaktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samuderasemuanya umumnya terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan 50–100 mm/a.[1]

Proses Tektonik Lempeng
1.Convection Mantel(Mantel Kondeksi)
   Konveksi mantel adalah kekuatan yang mengarah ke gerakan pelat atas permukaan bumi. Ada panas jauh di permukaan bumi yang naik ke permukaan yang dingin dan mana konveksi terjadi.

2.Gravitational Sliding

   Gravitasi dapat menyebabkan lempeng tergelincir jauh dari pusat zona pemekaran beberapa centimeter per tahun, seperti kereta luncur yang meluncur menuruni bukit salju.

3. Mantle Plume
   Mantle plume adalah suatu bentuk tidak teratur dari batuan panas di mantel bumi berupa benjolan yang menuju ke permukaan bumi. Pada kedalaman yang mendekati permukaan bumi terjadi dekompresi yang menyebabkan batuan meleleh sehingga saat ini diasumsikan mantle plume merupakan pusat dari sumber magma pada gunungapi atau merupakan salah satu faktor dari terjadinya gerakan lempeng, flood basalt, dan kepunahan masal pada masa Cretaceous.
Batas Lempeng Divergen
   Dalam tektonika lempengbatas divergen atau batas lempeng divergenmerupakan ciri linear yang ada di antara dua lempeng tektonik yang saling menjauh. Batas divergen di benua biasanya menghasilkan celah yang kemudian menjadi lembah celah. Sebagian besar batas lempeng divergen yang aktif ada di lempeng samudra dan menghasilkan punggung tengah samudra. Batas divergen juga menghasilkan kepulauan vulkanikyang muncul saat lempeng menjauh sehingga menghasilkan celah yang kemudian diisi oleh lava.
Selama jutaan tahun, lempeng tektonik mungkin telah bergerak sejauh ratusan kilometer. Akibatnya, batuan yang letaknya paling dekat dengan batas divergen biasanya lebih muda daripada batuan yang lebih jauh.

Batas Lempeng konvergen 

Dalam tektonika lempengbatas konvergen atau batas lempeng destruktif (karena subduksi) adalah wilayah tempat lempeng-lempeng bertumbukkan satu sama lain. Akibatnya, ada banyak gempa bumi dan gunung berapi di dekat batas konvergen. Saat dua lempeng bertumbukkan satu sama lain, zona subduksi atau tumbukan kontinentalterbentuk. Hasilnya tergantung kepada sifat lempeng yang saling bertumbukkan. Di zona subduksi, lempeng yang bersubduksi, yang biasanya merupakan lempeng oseanik, bergerak di atas lempeng lain, yang bisa bersifat oseanik maupun kontinental. Sementara itu, dalam tumbukan antara dua lempeng kontinental, pegunungan besar sepertiHimalaya terbentuk.

3. Batas Lempeng Transform
transformTerjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling menggelangsar (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault).

 AKIBAT PERGERAKAN LEMPENG

I. GEMPA BUMI Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli . Tipe gempa bumi Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut. Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html
unung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan tim

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html
unung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan tim

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html
unung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan tim

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html
1. Gempa bumi

gempa bumi ini terjadi karena adanya pergerakan lempeng yang semakin mendekat, dimana lempeng-lempeng itu akan bertambrakan, sehingga lempeng yang bertabrakan satu sama lain akan menyebabkan guncangan yang diatasnya sehingga kerap disebut dengan sebutan gempa bumi. pergeseran lempeng bumi ini disebut dengan pergeseran tektonik, hingga kerap disebut dengan gempa bumi tektonik.
Gempa bumi ini sangat banyak sekali memakan korban, karena saat gempa rumah-rumahan akan jatuh dan runtuh, begitu pula semua gedung dan bagunan yang ada disana.

2. Tsunami

pergeseran lempeng bumi yang membuat gempa terjadi di dasar laut, sehingga menyebabkan dasar laut menjadi rendah salah satunya, dan menyebabkan air menjadi surut, dan kemudian menyebabkan air laut menjadi tinggi dan terjadilah tsunami

3. gunung meletus

gunung meletus ini terjadi akibat pergeseran lempeng bumi yang terus menerus sehingga magma-magma yang berada di dalam bumi akan terus bergerak pula dan mengeluarkan panas,, jika magma pada bumi terlalu panas dan bumi sudah tidak tahan untuk menahannya maka tentu bumi akan menyemburkakan magma itu yang biasa disebut dengan pristiwa gunung meletus.

4. Tanah Longsor
tanah longsor bisa saja terjaddi karena adanya pergerakan lempeng bumi, karena pada dasarnya tanah longsor akan terjadi apabila adanya tanah di lerang yang curam yang dimana padda lereng itu akan ada pergerakan-pergerakan yang akan memicu tanah di atasnya menjadi longsor.

Itulah beberapa bahaya yang ditimbulakan akibat dari pergeseran bumi, dengan demikian kita harus siaga akan terjadinya hal-hal tersebut, karena biar bagaimanapun gempa, tsunami, dan gunung meletus itu terjadi secara alami, jadi jarang bagi orang yang mampu memprediksikannya. sehingga siaga bahaya juga perlu dilakkukan.
I. GEMPA BUMI Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli . Tipe gempa bumi Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut. Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html
I. GEMPA BUMI Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli . Tipe gempa bumi Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut. Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik. Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html

Original Post at: http://workshopcoral.blogspot.co.id/2011/11/akibat-pergerakan-lempeng.html

 SUPERKONTINEN

Antara 2 – 1.8 miliar juta tahun lalu, pergerakan lempeng tektonik menyatukan mikrokontinen membentuk superkontinen pertama yang dikenal dengan Pangea I. Setelah Pangea I retak sekitar 1.3 miliar tahun lalu, fragmen kerak benua berkumpul kembali membentuk superkontinen kedua yang disebut Pangea II, sekitar 1 miliar tahun lalu. Kontinen ini kemudian pecah, lalu pecahan kontinen ini mengumpul kembali menjadi superkontinen ketiga yang disebut Pangea III, sekitar 300 juta tahun lalu.

sostasi pertama kali dikenalkan oleh ahli Geologi Amerika Serikat, C.E. Dutton, dari kata Yunani yang berarti "dalam kesamaan tekanan". Secara istilah Isostasi adalah suatu kesetimbangan atau keberimbangan antara batuan-batuan berat dan ringan dalam kerak bumi. Selama belum tercapai keseimbangan maka kerak bumi akan bergerak mencari keseimbangannya.

Isostasi adalah kondisi keseimbangan gravitasi antara lapisan kerak bumi dan mantel yang mengakibatkan kerak seolah "mengapung" di atas mantel. Konsep Isostasi menjelaskan mengapa ada perbedaan ketinggian topografi bumi.

Konsep Isostasi
Efek dari gaya isostasi dapat dianalogikan seperti gunung es yang mengapung di lautan. Bila massa es ditambah ke atas, maka gunung es akan semakin tenggelam ke dalam air. Namun bila massa es dalam gunung dikurangi, maka gunung es akan semakin naik dari dalam air. Hal ini juga terjadi pada litosfer bumi yang mengapung di atas astenosfer.
Menurut konsep isostasi bahwa material kerak bumi mengapung karena kesetimbangan antara berat material dengan gaya ke atas yang dikerjakan oleh lapisan fluida. Dalam teori tektonik lempeng, lapisan luar bumi (litosfer) terdiri dari kerak bumi dan bagian padat mantel atas, sampai kedalaman kira-kira 80 km. Material di bawah litosfer yang dianggap cukup panas, sehingga mudah dibentuk ulang dan mampu mengalir, dinamakan asthenosfer.
Dari bukti seismik diketahui bahwa kerak benua (tebal 30–40 km). Enam-delapan kali lebih tebal daripada kerak oseanik (5 km). Kerak benua juga punya densitas yang lebih rendah (2,7 g/cc) dibandingkan kerak oseanik (2,9 g/cc). Akibatnya, karena prinsip isostasi, kerak benua yang lebih tebal dan lebih ringan harus duduk lebih tinggi daripada kerak oseanik yang lebih tipis dan lebih berat.

 

 

 

 

 

Reference :

http://gurupintar.com/threads/jelaskan-akibat-yang-ditimbulkan-dengan-terjadinya-pergeseran-lempeng.4024/ 

 https://id.wikipedia.org/wiki/Isostasi

https://en.wikipedia.org/wiki/Mantle_plume

http://www.internetdict.com/id/answers/what-is-mantle-convection.html



Tidak ada komentar:

Posting Komentar